Sadis… Wanita Ini Dibunuh dengan Batu, Pelaku Dibekuk
Cari Berita

Advertisement

Sadis… Wanita Ini Dibunuh dengan Batu, Pelaku Dibekuk

Saturday, 6 October 2018

Hariankoran.com | Sekadau – Pembunuhan dengan pistol atau senjata tajam, sudah biasa. Sedangkan, Supinah (48) dibunuh dengan batu dan gagang cangkul. Sampai lengannya patah.

Pembunuhan Supinah terjadi di rumahnya. Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Kejadian Senin (1/10/2018).
Pelaku, pria berinisial S (26) ditangkap tim dari Polres Sekadau, Rabu (3/102018) tengah malam, pukul 23.15. Tersangka S sudah mengaku kepada polisi, dia membunuh Supinah.
Jenazah Supinah. Foto: Jawa Pos

Baca Juga : Begal Sadis Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi


Itu diungkapkan Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi. Dikatakan, pria terduga pelaku ditangkap tim gabungan Resmob Polda Kalbar, Polsek Mandor, dan Polres Sekadau.

“Alhamdulilah pelaku pembunuhan sudah diamankan dan masih kita lakukan interogasi,” ujar Anggon Kamis (4/10/2018).

Pelaku berinisial S (26) ditangkap selang 3 hari dari waktu kejadian. Penangkapan pelaku, kata Anggon, berawal dari pengecekan TKP dan menemukan sejumlah barang bukti.

Di antara barang bukti, diduga sebagai alat pembunuhan. Yakni, sebongkah batu dan gagang cangkul. Sebab, ada bercak darah di barang tersebut.

Barang bukti penting, sebuah dompet, ditemukan sekitar 25 meter dari lokasi pembunuhan, rumah korban.

Kemudian kecurigaan polisi mengarah kepada seorang laki-laki dari hasil penemuan barang bukti yang ditemukan di sekitar TKP.

Tim dari Resmob Polda Kalbar kemudian melakukan koordinasi dengan Polres Sekadau guna mencari petunjuk terhadap pelaku.

Kemudian tim juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi.

Setelah dilakukan pemeriksaan tim mendapatkan informasi bahwa terdapat seorang laki-laki yang diduga kuat sebagai tersangka.

“Tim pun melakukan penelusuran. Dengan bantuan IT melacak lokasi pelaku,” katanya.

Dari hasil penelusuran dan penyelidikan, pada Rabu (3/10) di wilayah hukum Polsek Mandor, tim membekuk pelaku di rumah keluarganya (tidak jauh dari Polsek Mandor) sekira pukul 23.15 WIB.

“Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polres Sekadau untuk proses sidik,” ungkap Anggon.

Dari interogasi sementara terhadap pelaku didapat hasil bahwa, pelaku mengakui telah melakukan perbuatannya.

Pelaku juga mengaku bahwa merasa sakit hati. Karena selama ini sering diejek korban. Motifnya dendam.

Baca Juga : Biadap ! Mengetahui Putrinya Menjadi Korban Seksual Guru Ngajinya, Sang Bapak Justru Menambah Penderitaannya


Tapi, pelaku membuat alibi, seolah-olah, pembunuhan bermotif perampokan.

Berikut kronologis yang dihimpun berdasarkan keterangan pihak kepolisian.

1. Senin (1/10) sekitar pukul 06:00 WIB, suami korban bernama Trimo pergi bekerja di daerah Nanga Biang, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau.
2. Sekitar pukul 06:30 WIB anak korban bernama Rini juga pergi bekerja sebagai tukang jahit di Sekadau.
3. Korban Supinah seorang diri di rumahnya Dusun Peniti, Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. (Jarak rumah korban dengan pusat kota Sekadau sekitar 45 Km)
4. Sekitar pukul 16:30 WIB, Rini tiba di rumah, sepulang kerja.
5. Saat tiba di rumah, Rini melihat pintu rumah dalam keadaan terbuka.
6. Di dalam, Rini melihat Supinah terbaring di ruang depan. Penuh luka pada bagian wajah.
7. Rini memeriksa denyut nadi korban. Dia menyimpulkan bahwa sang ibu sudah meninggal dunia.
8. Rini menelpon ayahnya, Trimo, memberitahukan itu. Minta ayahnya segera pulang.
9. Rini kemudian memberitahu tetangga.
10. Tetangga berdatangan ke rumah korban.
11. Diki, seorang tetangga korban, menghubungi Polres Sekadau, mengabarkan peristiwa yang terjadi.
12. Anggota Polres Sekadau tiba di rumah korban dan memeriksa TKP.
13. Korban dibawa ke RSUD Sekadau untuk divisum.
Mayat Supinah sudah diotopsi. Hasilnya, kematiannya akibat benturan dengan benda tumpul pada organ dalam.
Dari kondisi mayat, korban dihabidi dengan sadis. Bagian wajahnya terluka parah. Akibat benturan dengan benda tumpul. Lengan kirinya patah.
Proses pembunuhan Supinah akan diketahui saat rekonstruksi, nanti. Polisi kini masih memproses penyidikan tersangka S. (*)
Source : Raya Pos