Viral, Seorang Pemuda di Semarang Melakukan Pelecehan Bermodus Video Call
Cari Berita

Advertisement

Viral, Seorang Pemuda di Semarang Melakukan Pelecehan Bermodus Video Call

Friday, 27 December 2019

SEMARANG, HARIANKORAN.com -  Setelah dihebohkan dengan kasus pelemparan sperma kepada sejumlah perempuan di Kota Tasikmayala pada 13 November 2019 lalu, kini warganet kembali dibuat geger dengan aksi pelecehan seksual dengan modus baru.

Aksi pelecehan seksual kali ini menggunakan fitur video call alias VC.

Kejadian tersebut terungkap setelah seorang perempuan yang berinisial B yang membagikan pengalaman tidak menyenangkan itu di grup  facebook "MEDIA INFORMASI KOTA SEMARANG".

Kejadian bermula ketika B yang memiliki online shop atau biasa disebut olshop mengangkat nomer tidak dikenal melalui WhatsApp (WA) dengan fitur Video Call, 2-3 kali B pun tidak mengangkat video call tersebut, dan tiba-tiba si pelaku memberi pesan "B angkaten", B pun berinisiatif untuk mengangkat karena B mengira bahwa ia customer olshopnya. Setelah diangkat tiba-tiba video live tidak mengenakan dipaparkan, sontak si B langsung menscreenshot video tersebut serta nomer WA pelaku.

Beberapa waktu berlalu, B membuka grup facebook Jual beli yang ada di kota Semarang melihat komentar dari akun facebook yang berinisial "FH" yang menjual HPnya dengan mencantumkan nomor HPnya. B pun tidak asing dengan nomor HP tersebut dan mencocokannya dengan si pelaku VC tadi, Dan benar saja ternyata memiliki nomor HP yang sama. (Lihat Foto Bawah)

B langsung membuka akun Facebook pelaku berinisial "FH" yang berdomisili di Semarang, Dan mengambil gambar serta bukti-bukti untuk membagikan pengalamanya di Grup Facebook
"MEDIA INFORMASI KOTA SEMARANG". Sontak Netizen geram dengan kelakuan bocah yang masih bau kencur tersebut. Tidak sampai disitu Netizen menyerang akun Facebook "FH" dan menemukan alamatnyadi yakni di  Pedurungan, Semarang.

Sampai saat ini korban belum melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Semoga pelaku segera cepat ditangkap untuk diberikan hukuman yang setimpal, dan mencegah modus seperti  ini berkeliaran.



Editor : Admin 1