Seorang Bayi Mengalami Kebutaan Setelah Difoto Menggunakan Flash, Hoax atau Fakta?
Cari Berita

Advertisement

Seorang Bayi Mengalami Kebutaan Setelah Difoto Menggunakan Flash, Hoax atau Fakta?

Wednesday, 10 October 2018

HarianKoran.com - Ketika dalam keadaan yang kurang cahaya, biasanya kita menggunakan bantuan flash pada kamera ketika akan mengambil gambar. Gambar yang dihasilkan ketika menggunakan flash akan nampak lebih cerah dan jelas.

Namun ada sebuah kisah di Australia bahwa seorang bayi mengalami kebutaan setelah difoto mengggunakan flash.


Bayi di Australia mengalami kebutaan. Foto : Dailymail.co.uk

Ditulis oleh Dailymail(.)co(.)uk, seorang bayi yang kini telah berumur 7 bulan dari Australia telah mengalami kebutaan pada bagian mata kanannya dan masalah penglihatan pada mata kirinya pada usia 3 bulan.

Hal itu diduga disebabkan oleh lampu flash pada kamera yang lupa dimatikan ketika mengambil gambar bayi ini.

Awalnya, ada sanak saudara yang memfoto bayi ini ketika usianya masih 3 bulan namun lupa mematikan flash yang ada pada kamera tersebut.

Setelah bayi ini diambil gambarnya, orangtua sang bayi yang tidak disebutkan namanya ini merasa ada yang aneh pada mata anaknya. Anaknya menjadi tidak fokus dalam melihat berbagai objek yang ada di depannya. Orangtuanya pun membawanya ke rumah sakit.

Menurut dokter rumah sakit yang menangani bayi tersebut menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan pengambilan gambar pada bayi dengan jarak sekitar 10 inchi atau sekitar 25 cm.

Katanya, kilatan pada flash yang digunakan saat mengambil gambar membuat makula bayi rusak.

Makula merupakan bagian mata yang berfungsi untuk mengatur titik fokus cahaya.

Makula pada anak belum sempurna hingga ia menginjak usia 4 tahun.

Akibatnya kini bayi tersebut sudah mengalami kebutaan pada mata sebelah kanan dan kerusakan mata kirinya saat ia masih berusia 3 bulan.

Seorang dokter ahli mata di Wills Eye Hospital di Philadelphia menjelaskan bahwa pengambilan gambar menggunakan kamera tidak menyebabkan kebutaan.


“Jika cerita ini benar, tentu akan ada banyak bayi yang buta setelah difoto di luar sana,” ujarnya pada Yahoo Parenting yang dilansir dari Lifestyle.kompas.com.

Ia menduga sang bayi sudah memiliki kondisi kebutaan, namun baru diketahui ketika dilakukan pemeriksaan setelah terkena flash kamera.

Tapi menghubungkan kebutaan dengan mengambil foto dengan kamera, itu tidak benar,” ujar Levin tegas.

“Tidak mungkin kamera dapat menyebabkan kerusakan mata. Flash kameraadalah cahaya yang menyebar, sehingga tidak berbahaya,” ia kembali menjelaskan.

Ia menduga sang bayi sudah memiliki kondisi kebutaan, namun baru diketahui ketika dilakukan pemeriksaan setelah terkena flash kamera.

Tapi menghubungkan kebutaan dengan mengambil foto dengan kamera, itu tidak benar,” ujar Levin tegas.

Baca Juga : Wanita Ini Hebohkan Satu Negara Cuma Karena Palsukan Kehamilan

“Tidak mungkin kamera dapat menyebabkan kerusakan mata. Flash kamera adalah cahaya yang menyebar, sehingga tidak berbahaya,” ia kembali menjelaskan.

Salah satu cahaya yang harus diwaspadai ketika mengenai mata anak yaitu leser pointer.

Karena jika mengenai mata, cahaya pada pointer bisa merusak retina apa lagi syaraf mata anak yang masih rentan sehingga mudah rusak ketika terkena leser pointer ini.

Source : nakita.grid.id