Biadab Bocah 7 Tahun Korban Gempa Palu Diperkosa. Dipaksa Isap Kemaluan
Cari Berita

Advertisement

Biadab Bocah 7 Tahun Korban Gempa Palu Diperkosa. Dipaksa Isap Kemaluan

Wednesday, 17 October 2018

HarianKoran.com | Makasar – Tragis benar nasib SH, bocah tujuh tahun korban gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah. Usai merasakan bencana dahsyat, ia malah menjadi korban pelampiasan birahi. SH dicabuli dan diperkosa oleh tiga orang pemuda bejat di Sudiang, Makassar, usai menjadi salah satu dari puluhan ribu pengungsi.

Kabarnya, selain diperkosa, SH juga dipaksa mengisap kemaluan para pelaku. Di Makassar, SH tinggal bersama keluarganya di perumahan BPS.

Kapolsek Biringkanaya, Kompol Nugraha mengatakan, pencabulan terhadap SH itu bermula saat pelaku melihat korban sedang bermain sendirian. Entah apa yang ada di benak para pelaku, korban pun langsung dibekap dan ditarik ke sebuah kebun kosong.
Baca Juga : Setubuhi Pacar, Seorang Pemuda Dibunuh dan Mayatnya Dibuang ke Tempat Sampah

“Pelaku memperkosa korban sebanyak dua kali,” jelas Nugraha.

Ironisnya, tanpa rasa bersalah, para pelaku lantas mengantarkan korban pulang ke rumahnya.

“Korban lalu diantara pulang sampai depan rumahnya di BPS,” lanjut Nugraha.

SH yang mengalami trauma akibat bencana, kembali mendapat trauma yang tak kalah hebat.

Korban yang saat itu langsung masuk ke dalam rumah, lantas berteriak kesakitan.

Hal itu lantas memicu warga sekitar mengetahui perbuatan bejat para pelaku dan langsung melakukan pengejaran.

Dalam pengejaran itu, salah satu pelaku akhirnya bisa ditangkap untuk diserahkan ke polisi setelah sebelumnya jadi bulan-bulanan warga yang tak bisa menahan amarah.
Pelaku pencabulan bocah SD korban gempa Palu
Baca Juga : Biadap ! Mengetahui Putrinya Menjadi Korban Seksual Guru Ngajinya, Sang Bapak Justru Menambah Penderitaannya

“Dua pelaku berhasil kabur. Yang berhasil ditangkap yakni IR (24), warga Jalan Antik 1,” terang Nugraha.

Kendati demikian, lanjut dia, polisi sudah mengantongi identitas dua pelaku yang melarikan diri itu.

Sampai saat ini, sambungnya, Polsek Biringkanaya dan Satreskrim Polrestabes Makassar masih melakukan pengejaran terhadap dua palaku lainnya.

Sementara penanganan kasus ini dilimpahkan ke unit PPA Polrestabes Makassar.

“Sudah dilimpahkan ke penyidik Polrestabes,” ujar Nugraha.

Source : pojoksatu.id