Tak Lolos Seleksi CPNS, Inilah Asiun Guru Honorer yang Bakar Ijazahnya Sendiri
Cari Berita

Advertisement

Tak Lolos Seleksi CPNS, Inilah Asiun Guru Honorer yang Bakar Ijazahnya Sendiri

Afif Efendi
Thursday, 25 October 2018

HarianKoran.com, KOLAKA TIMUR – Aksi seorang guru honorer di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang direkam dalam video tengah membakar ijazah asli dan pakaian dinas, viral di media sosial. Guru tersebut nekat melakukannya lantaran putus asa karena tidak lulus seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018.

Video ini menjadi viral setelah di-upload di media sosial. Guru tersebut diketahui bernama Asiun (31), warga Kelurahan Poli-polia, Kecamatan Poli-polia, Kabupaten Kolaka Timur, Sulltra. Asiun merupakan guru honorer di SD Negeri 1 Poli-polia yang telah mengabdi sejak 2007.

Asiun mendadak viral dan menjadi buah bibir warga Kabupaten Kolaka Timur, setelah videonya diunggah ke media sosial Facebook. Video itu viral dalam beberapa hari terakhir hingga Rabu (24/10/2018).

Dalam video yang berdurasi 1 menit 23 detik tersebut, Asiun membakar ijazah asli S1 dari PGSD asli miliknya bersama pakaian dinas. Aksi itu dia lakukan pada Senin, 22 Oktober 2018 lalu.

Tak Lolos Seleksi CPNS, Inilah Asiun Guru Honorer yang Bakar Ijazahnya Sendiri
Asiun, guru honorer yang membakar ijazahnya.

Asiun mengaku nekat melakukannya lantaran sangat kecewa setelah dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi CPNS tahun 2018. Dia akhirnya putus asa karena sudah tiga kali mendaftar mengikuti seleksi CPNS, namun selalu gagal. Padahal, menjadi PNS telah menjadi impiannya sejak dulu.
“Saya spontan melakukannya. Ya mungkin sudah tidak ada gunanya lagi ijazah itu, makanya saya bakar. Karena sudah tiga tahun saya mencoba seleksi CPNS, tidak pernah lulus seleksi. Lantaran sakitnya perasaan saya, spontan saya membakar ijazah dan pakaian dinas saya,” kata Asiun, Rabu (24/10/2018).
Asiun mengatakan, setelah dua kali gagal, dia tetap mencoba tahun ini mengikuti seleksi CPNS. Namun, dia akhirnya mengetahui dirinya tidak lulus seleksi administrasi dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Kolaka Timur. Alasannya, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)-nya hanya 2,30 sehingga tidak memenuhi standar kelulusan.

Padahal, menurutnya, pada saat mendaftar online di situs SSCN BKN, tidak ada masalah dengan IPK-nya. "ya, katanya alasannya IPK saya," ujarnya.

Kini, Asiun akan tetap menjadi guru honorer sekaligus menjadi pengawas pemilu lapangan di Bawaslu Kolaka Timur. Asiun berharap bagi rekan-rekannya yang telah lulus seleksi administrasi CPNS tahun 2018, bisa lolos ke tahap selanjutnya dan terus berjuang agar kelak bisa menjadi PNS.
(Inews Id)
Baca Juga : Viral !! Seorang Guru Honorer Membakar Ijazahnya Karena Tak Lolos Seleksi CPNS