Dari Avengers hingga Game of Thrones, Pidato Milenial Ala Jokowi
Cari Berita

Advertisement

Dari Avengers hingga Game of Thrones, Pidato Milenial Ala Jokowi

Saturday, 13 October 2018

HarianKoran.com | Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sukses mencuri perhatian dunia lewat pidatonya yang bergaya milenial. Pidato tersebut dia sampaikan di ajang internasional. Setidaknya orang nomor satu di Indonesia itu sudah lebih dari satu kali menyuguhkan pidato nyentrik.

Dari Avengers hingga Game of Thrones, Pidato Milenial Ala Jokowi
Foto : Game Of Thrones

Jokowi telah dua kali melontarkan pidato yang bergaya milenial. Pertama, dia menganalogikan dirinya sebagai Avengers. Sebagai Avengers, Jokowi menyebut kondisi perekonomian dunia saat ini menuju 'perang tak terbatas' atau 'Infinity War'.

Cerita dalam film 'Avengers: Infinity War', menggambarkan sosok bernama 'Thanos' yang mengancam akan memusnahkan setengah populasi bumi. Jokowi mengatakan dia dan sesama rekan 'Avengers' yang lain siap mencegah hal tersebut terjadi.

"Thanos ingin memusnahkan setengah populasi karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas," ujar Jokowi saat menyampaikan pidatonya pada World Economic Forum on ASEAN di National Convention Center, Hanoi, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (12/9/2018).

Namun menurut Jokowi, pada kenyataannya sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas. Perkembangan teknologi, misalnya, telah meningkatkan efisiensi, memberi kita kemampuan untuk memperbanyak sumber daya dari sebelumnya.

Namun dia menegaskan, untuk menuju ke arah sana, seluruh pihak harus mencegah terlebih dahulu perang dagang sebelum menjadi 'perang yang tak terbatas'. Sosok 'Thanos', menurutnya bukanlah seorang individu, namun sebuah kepercayaan yang salah bahwa untuk mencapai keberhasilan bagi kita, yang lain harus mengalah.

"'Perang yang tak terbatas' bukan hanya tentang perang dagang, namun tentang kita semua agar kembali belajar pada sejarah, bahwa dengan kreativitas, energi, kolaborasi dan kemitraan, kita sebagai manusia dapat menikmati 'kelimpahan', dan kita bisa menghasilkan bukan 'perang yang tak terbatas' melainkan 'sumber yang tak terbatas'," kata Jokowi mengakhiri sambutannya.

Setelah pidato Avengers, Jokowi kembali berpidato bergaya milenial, di mana dia menjadi pembicara kunci dalam plenary session IMF-WB 2018 di Nusa Dua Hall, Bali. Dalam pidatonya, Jokowi mengibaratkan dominasi perekonomian negara maju seperti halnya serial Game of Thrones.

"Perang Dagang semakin marak dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang. Negara-negara yang tengah tumbuh juga sedang mengalami tekanan pasar yang besar. Dengan banyaknya masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa: Winter is Coming," kata Jokowi, Jumat (12/10/2018).

Namun, lanjutnya, yang mereka lupa adalah ketika 'Great Houses' sibuk bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari Utara, yaitu seorang 'Evil Winter', yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran.

"Dengan adanya kekhawatiran ancaman 'Evil Winter' tersebut, akhirnya mereka sadar: tidak penting siapa yang duduki di 'Iron Throne'. yang penting adalah kekuatan Bersama untuk mengalahkan 'Evil Winter' agar bencana global tidak terjadi. Agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda yang menyengsarakan kita semua," ujar Jokowi.

Jokowi menegaskan, sebagaimana serial Game of Thrones, bahwa saat ini dunia masuk pada 'Season Terakhir' dari pertarungan ekspansi ekonomi global yang penuh rivalitas dan persaingan. Menurutnya situasi ini bisa lebih genting dibanding krisis keuangan global sepuluh tahun lalu.

Jokowi berharap semua pembuat kebijakan moneter dan fiskal dunia menjaga komitmen kerjasama global. Diperlukan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang mampu menyangga dampak dari Perang Dagang, Disrupsi Teknologi, dan ketidakpastian pasar.

"Saya harap Pertemuan Tahunan kali ini berlangsung produktif. Saya harap Anda semua mampu menyerap tenaga dan memetik inspirasi indahnya alam Bali dan Indonesia. Untuk menghasilkan kejernihan hati dan pikiran dalam memperbaiki kondisi finansial global untuk kebaikan bersama," kata Jokowi mengakhiri sambutannya.

Baca Juga : Artikel Ekonimi dan Bisnil Lainnya

Source : detik.com