Hanya Keblinger, Polri Berniat Merekrut Haikal si Hacker Lulusan SD?
Cari Berita

Advertisement

Hanya Keblinger, Polri Berniat Merekrut Haikal si Hacker Lulusan SD?

Sunday, 21 October 2018

HarianKoran.com - Masih ingat dengan Sultan Haikal, hacker lulusan Sekolah Dasar (SD) yang berhasil meretas sekitar 4.600 situs? Dia telah bebas murni pada akhir September 2018 setelah ditangkap dan dibui sejak 2017 lalu.

Polri nyatanya sempat melirik Haikal lantaran kemampuannya yang dianggap luar biasa. Namun apakah Korps Bhayangkara jadi merekrut dia?

Saat ditanyakan ke Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, dirinya belum mendapat kabar jadi tidaknya perekrutan Haikal. ''Saya belum, kalau sama saya belum, yang lain nggak tau ya,'' ujarnya saat berbincang dengan JawaPos.com, Jumat (19/10) kemarin.

Akan tetapi dia berpendapat ada bagusnya Haikal direkrut untuk membantu Polri dalam rangka penegakkan hukum. ''Kalau yang pinter-pinter ikut sama Polri kan bagus. Dia pintar cuman keblinger kan. Makanya diluruskan,'' tutur Setyo.

Hanya Keblinger, Polri Berniat Merekrut Haikal si Hacker Lulusan SD?
Ilustrasi
Baca Juga : Facebook Akui Peretas Akses 29 Juta Akun Pengguna
Kata Setyo, sebelum nantinya direkrut, Haikal perlu didoktrinisasi agar kemampuannya di bidang IT memang dipakai dalam hal positif dan bertujuan membantu masyarakat. Jangan sampai, dia malah menjadi peretas situs demi keuntungan pribadi dan merugikan orang lain.

''Dicuci dulu biar bersih ya artinya didoktrin dulu lah, diberikan pemahaman, diluruskan, meng-hack orang itu enggak bagus. Kalau sudah dikasi pemahaman kan bisa dimanfaatkan,'' pungkas Setyo.

Sekadar informasi, Haikal yang kala itu berusia 19 tahun ditangkap di kediaman orang tuanya, di perumahan Pesona Gintung Residen, Tangerang Selatan, Banten pada Kamis, 30 Maret 2017. Dia diciduk setelah ketahuan meretas situs tiket.com yang merugi hingga Rp 4,1 miliar.

Tak hanya tiket.com Haikal bersama tiga orang teman dunia kayanya, MKU (19), Al (19) dan NTM (27) ternyata juga meretas situs Citilink yang rugi sekitar Rp 2 miliar serta lebih dari 4.000 situs lainnya. Termasuk situs milik Polri, pemerintah pusat dan daerah, juga beberapa situs luar negeri.

Namun, mereka tidak meretas untuk mencari keuntungan. Tujuan Haikal dan ketiga temannya meretas adalah untuk unjuk kemampuan.

Baca Juga : Hal yang Perlu Dilakukan Jika Akun Facebook Jadi Korban Peretasan
Source : jawapos.com